Kesenjangan antara peningkatan anggaran SEO dan kesiapan bisnis Indonesia dalam menghadapi AI mencolok, dengan 77% perusahaan yang disurvei tidak memiliki strategi visibilitas di mesin pencari berbasis AI, meskipun 73% menaikkan anggaran SEO. Survei menunjukkan perusahaan sering menunda pengukuran visibilitas AI karena anggapan bahwa hasilnya tidak dapat diukur. Namun, frekuensi kemunculan merek dalam jawaban AI bisa menjadi indikator yang penting. Langkah awal yang direkomendasikan adalah menguji pertanyaan dari calon pelanggan di platform relevan dan mencatat hasilnya. Kesenjangan ini memberi kesempatan bagi perusahaan yang mulai mengukur visi mereka lebih awal untuk menjadi merek yang lebih dikenal oleh asisten AI di masa depan. Contoh konkret menunjukkan perubahan yang dapat terukur dalam strategi visibilitas yang diterapkan.